Tutorial Backup/Restore & Eksport/Import di Mikrotik
Tutorial Backup/Restore & Eksport/Import di
Mikrotik
Halo
semua!. Pada kesempatan kali ini, saya akan membuat artikel tentang cara konfigurasi menyimpan sebuah konfigurasi
di mikrotik. Ada 2 metode untuk menyimpan sebuah konfigurasi Router Mikrotik,
diantaranya yaitu :
- Export dan Import.
- Backup dan Restore.

Perbedaan dari keduanya adalah :
- Apabila File hasil backup tidak bisa dibuka di notepad, Tex Editor PC, sedangkan file hasil export bisa dibuka.
- File hasil export akan berisi script konfigurasi atau settingan router mikrotik yang bisa langsung kita copy paste dan dieksekusi di terminal Mikrotik
- Untuk Export dan Import, menggunakan format .rsc sedangkan Bacukp dan Restore menggunakan format .backup
A.
Alat dan Bahan
1.
Laptop atau
Komputer
2.
Mikrotik
3.
Winbox
B.
Langkah-langkah
I. Backup/Restore
1.
Buka aplikasi winbox. Kemudian connect
ke mikrotik kalian.
2. Sebelumnya pastikan ada konfigurasi di
dalam mikrotik kalian untuk di backup, dan fitur backup ini akan menyimpan
seluruh konfigurasi. Disini contohnya konfigurasi ip address.
3. Pada tab list, kalian klik “files” untuk
membackup file konfigurasi. Lalu setelah tab files terbuka, klik tombol “backup”.
4. Pop up untuk memasukkan nama backup akan
muncul, tentukan nama dan password jika dibutuhkan. Jika sudah klik “backup”.
5. Bisa dilihat pada tab file list, sudah
ada file backup yang kita buat.
6.
Untuk memindahkan file backup bisa
dengan cara drag and drop ke file manager di laptop/komputer kalian.
7. Sekarang kita akan mencoba fitur
restore. Hapus dulu satu konfigurasi untuk pengujian.
8. Kemudian kembali ke tab file list. Klik file
backup yang kita buat tadi lalu klik “restore”.
9.
Masukkan nama dan password jika
digunakan. Klik restore.
10. Konfirmasi
untuk reboot dan restore. Klik yes untuk melanjtukan.
11. Hubungkan
kembali router kalian.
12. Cek
tab ip address dan bisa dilihat sudah kembali ip addressnya.
II.
Eksport/Import
1. Untuk
eksport/import kalian harus menggunakan terminal dengan script. Klik “new
terminal”.
2. Masukkan
script “export file=(namafile)” lalu tekan enter.
3. Untuk
pengecekkan, scriptnya “file print” dan bisa dilihat file eskport sudah ada.
4. Drag
and drop file eksport ke laptop/komputer kalian. Lalu pindahkan ke file list.
5. Buka
tab files, kemudian klik nama file export tadi, lalu klik “restore”.
6. Setelah
mengklik yes pada restore verification, tetap saja tidak bisa. Hal ini
dikarenakan rebootnya difisik, seharusnya di terminal.
7. Sebelum
ke import, kita harus meresetnya. Masuk ke terminal, kemudian ketik script “system
reset-configuration no-default=y”.
8. Hubungkan
kembali router kalian.
9. Sekarang
kita import, caranya ketikkan script “import file-name=(namafile.rsc)”.
C.
Tugas
1. Cara
memindahkan file backup/eksport ke laptop atau komputer. Cukup drag and drop ke file manager kalian.
2. Mencoba
mengedit file backup dan rsc. Untuk file backup tidak bisa di edit, dikarenakan
file ini dienkripsi dengan menggunakan bahasa mesin.
3. Sedangkan
file eksport (.rsc) bisa kita edit menggunakan notepad/notepad++. Sekarang kita
coba menambahkan ip address. Jika sudah save kembali.
4. Drag
and drop file yang sudah di edit ke tab file list yang ada di winbox.
5. Karena
file ini m”.rsc” jadi tidak bisa di restore disni, melainkan di terminal. Reset,
hubungkan kembali routernya, lalu buka terminal dan masukkan script “import
file-name=(namafile.rsc)”.
6. Dan
hasilnya bisa dilihat di tab ip address.
7. Cara
membackup otomatis.
· Buat script baru, klik tab system untuk
melihat submenu, lalu klik scripts.
· Pada tab script list klik tanda “+”
untuk membuat script baru.
·
Masukkan nama script, lalu source. Klik aplly
dan run script.
· Untuk menjalankan script ini secara
otomatis, klik tab system lalu pilih schedule.
· Di tab schedule klik tanda “+”.
· Masukkan nama, lalu start time dan
intervalnya. Jika sudah klik apply. Disinisaya memasukkan interval 5 detik
sekali.
· Cek di file list.


























Komentar
Posting Komentar